Hallo...
Kali ini aya mau cerita lagi tentang Miss Susar nih, tapi yang ini agak beda dari yang sebelumnya pernah aya post.
Namanya Miss Susar. Seorang guru yang keras, cerdas, tegas tetapi penuh dengan kasih sayang.
Banyak sekali anak-anak si sekolahku yang tidak begitu suka sengan sosok Miss Susar. Alasannya sudah jelas, galak.
Kadang-kadang mereka seringkali merasa jengkel dan sakit hati ketika Miss Susar membentak mereka dengan omelan berbahasa ingris yang mereka sendiri tidak mengerti artinya. Pada akhirnya mereka jadi benci Miss Susar dan melaporkan Miss Susar ke orang tua mereka. Alhasil, Miss Susar sering diperingati sekolah untuk memperbaiki sistem mengajarnya tersebut. Padahal para murid sendiri tidak tahu mengapa mereka dimarahi. Seorang guru tidak akan marah kecuali murid melakukan hal yang salah. Dan menurut saya, miss susartidak marah, hanya tegas dalam memperbaiki kesalahan, sehingga gampang diingat dan tidak terulang kembali.
Bahasa inggrisnya sangat bagus. Pengucapannya pun persis seperti bule asli. Setiap ada murid yang berbahasa ingris dengan logat jawa, langsung saja akan diomeli panjang lebar oleh Miss Susar.
Dari omelannya itu, banyak sekali yang dijadikan bahan ejekan, termasuk saya waktu itu juga ikut mengejeknya. Tetapi dibalik itu, setiap kata yang beliau katakan selalu saya catat dan saya ingat dengan betul. Sampai pada suatu hari dia membentak saya "Athay, stop writing now!! I'm talking to you".
Dan kalian tahu, miss susar selalu menjelaskan alasannya melakukan segala tindakan, termasuk alasan pentingnya berlogat ingris yang baik. Tak hanya itu, beliau juga mengajarkan kami cara duduk, berdiri, berjalan dengan baik, bersalaman, berterimakasih dan banyak lagi. Itu semua diajarkannya dengan caranya sendiri yaitu dengan cara yang amat tegas.
Suatu hari saya sudah diambang "empet". Bell istirahat sebentar lagi berbunyi, aya lalu membereskan semua barang-barang aya. Tiba-tiba saja Miss Susar menggertak "Athay, arep neng ndi kowe? Gasik banget le metu.. Koyo bakul mbang kecubung.. hahaha". Oke itu mengajarkanku bagaimana menghargai orang yang masih menyampaikan materi kepada kita. "Gustiii nyun tuluuung... Kok yo ra pinter-pinter tooo? Mesthi mau isuk sarapane gethuk, njuk minume jus nongko.. Yo lengket utekmu nduuk". Dan yang itu cuma gertakan doang biar aku besok-besok berusaha lebih keras lagi.
Sebenernya semua yang dibilang Miss Susar, baik itu sifatnya ejekan atau bukan, mengandung arti yang sangat dalam lhoo... Cuma banyak yang enggak tau aja.
Enggak sampai disitu, aku adalah salah satu murid yang sering banget remidi ujian tulis (tapi gak pernah remidi speaking). Aku harus berurusan extra dengan Miss Susar dan mengerjakan seabrek tugas. Dan yang tidak terduga adalah, miss susar rela memeriksa satu persatu tugas siswa yang berpuluh-puluh halaman itu. Setiap kata dari puluhan halaman itu ia cerna dan ia lingkari yang salah, ia bahas satu persatu dan bila terlalu banyak kesalahan, ia meminta kita mengulang dan rela memeriksa untuk yang kedua kali. Dan murid yang remidi jumlahnya selalu diatas 20 siswa lhooo...
Banyak sekali hal-hal yang aya dapatkan dari Miss Susar yaitu keberanian, baik keberanian untuk melakukan sesuatu walaupun salah, berani untuk menerima hukuman, berani untuk bermimpi. Selain itu beliau juga berhasi mengubah sikap aya menjadi individu yang lebih siap bertemu dunia masa depan. Dan yang pasti beliau mengubah kemampuan bahasa ingris aya yang payah menjadi bagus.
Tugas kelompok bahasa inggris, saking bodohnya, temanku oka sampai bilang " Kamu tu tak kira pinter bahasa ingris lhoo.. soalnya dari tampangnya sih pinter". Itu adalah tamparan keras yang sangat memotivasi aku.
Miss susar juga selalu mencela setiap kalimat yang kuucapkan. Selalu saja salah, selalu saja.
Tapi aku tidak menyerah, sampai jam 1 setiap malam aya berusaha mengalahkan tantangan yang beliau berikan sampai ahirnya beliau dengan lantang mengatakan didepan kelas "See! Athay is my parameter in this class, she always answer my question well, she can communicate with other people well. Just try to be like her!"
Tak terasa air mata haru menetes di pipiku.
Yang paling aya ingat adalah, waktu Miss Susar mau sampai sore membimbingku untuk lomba story telling di UGM tingkat DIY. Beliau membahas setiap kata yang ada, padahal teksnya ada 4 halaman lebih.
Beliau banyak memberikan masukan-masukan kepadaku. Dan tanpa aku sangka, aku untuk pertama kali meraih Juara satu story telling tingkat DIY berkat Miss Susar. Selama ini beliau belum pernah diminta jadi pembimbing lomba kecuali olehku, dan orang bisa lihat hasilnya.
Dengan bangga aku bawa piala yang aya dapat kehadapan beliau, aku langsung mengatakan bahwa aku benar-benar juara berkat beliau. Aku cium tangan beliau dengan penuh kasih sayang dan aku peluk tubuhnya dengan penuh rasa hormat dan terimakasih yang mendalam.
Berkatnyalah aku juga bisa mendapatkan bantuan beasiswa untuk pergi ke Australia menggapai impianku.
Aya akan buktikan ke Miss Susar, kalau aya bisa lebih baik dari beliau seperti keinginan beliau.
Aku janji, sebelum aku pergi ke Australia nanti, aya akan peluk Miss Susar untuk bilang....
"Thank you for change my life".
hai mbak aya:). aku fitria, skrg kelas X di sma 9 jogja. gurunya miss susar juga lo:D. ceritanya keren, jd bisa mengubah pandangan tentang miss susar. aku juga pengen jadi diplomat kaya mbak aya, semoga sukses terus kak. salam.:)
BalasHapusMakasiihh mbak ayya,, ini bener" memotivasi aku untuk ngerjain remed"nya dan mendalami pelajaran yang diberikan Ms. Suzar.... aku bener" nggak nyangka :) eh, skarang Bu Suzar baik bget nget nget loooo.....
BalasHapusHi, Bu Suzar used to be my eng teacher in sman 1 GK, . it was many years ago. She successfiully motivated n inspired me to know more abt Eng. alhamd, Bcos of her, I am now lecturing at one of the most reputable university in Jakarta.
BalasHapus