ayya's

Sabtu, 07 Juli 2012

Terimakasih Ibu Susar

Hallo...
Kali ini aya mau cerita lagi tentang Miss Susar nih, tapi yang ini agak beda dari yang sebelumnya pernah aya post.

Namanya Miss Susar. Seorang guru yang keras, cerdas, tegas tetapi penuh dengan kasih sayang.
Banyak sekali anak-anak si sekolahku yang tidak begitu suka sengan sosok Miss Susar. Alasannya sudah jelas, galak.
Kadang-kadang mereka seringkali merasa jengkel dan sakit hati ketika Miss Susar membentak mereka dengan omelan berbahasa ingris yang mereka sendiri tidak mengerti artinya. Pada akhirnya mereka jadi benci Miss Susar dan melaporkan Miss Susar ke orang tua mereka. Alhasil, Miss Susar sering diperingati sekolah untuk memperbaiki sistem mengajarnya tersebut. Padahal para murid sendiri tidak tahu mengapa mereka dimarahi. Seorang guru tidak akan marah kecuali murid melakukan hal yang salah. Dan menurut saya, miss susartidak marah, hanya tegas dalam memperbaiki kesalahan, sehingga gampang diingat dan tidak terulang kembali.

Bahasa inggrisnya sangat bagus. Pengucapannya pun persis seperti bule asli. Setiap ada murid yang berbahasa ingris dengan logat jawa, langsung saja akan diomeli panjang lebar oleh Miss Susar.
Dari omelannya itu, banyak sekali yang dijadikan bahan ejekan, termasuk saya waktu itu juga ikut mengejeknya. Tetapi dibalik itu, setiap kata yang beliau katakan selalu saya catat dan saya ingat dengan betul. Sampai pada suatu hari dia membentak saya "Athay, stop writing now!! I'm talking to you".

Dan kalian tahu, miss susar selalu menjelaskan alasannya melakukan segala tindakan, termasuk alasan pentingnya berlogat ingris yang baik. Tak hanya itu, beliau juga mengajarkan kami cara duduk, berdiri, berjalan dengan baik, bersalaman, berterimakasih dan banyak lagi. Itu semua diajarkannya dengan caranya sendiri yaitu dengan cara yang amat tegas.

Suatu hari saya sudah diambang "empet". Bell istirahat sebentar lagi berbunyi, aya lalu membereskan semua barang-barang aya. Tiba-tiba saja Miss Susar menggertak "Athay, arep neng ndi kowe? Gasik banget le metu.. Koyo bakul mbang kecubung.. hahaha". Oke itu mengajarkanku bagaimana menghargai orang yang masih menyampaikan materi kepada kita. "Gustiii nyun tuluuung... Kok yo ra pinter-pinter tooo? Mesthi mau isuk sarapane gethuk, njuk minume jus nongko.. Yo lengket utekmu nduuk". Dan yang itu cuma gertakan doang biar aku besok-besok berusaha lebih keras lagi.
Sebenernya semua yang dibilang Miss Susar, baik itu sifatnya ejekan atau bukan, mengandung arti yang sangat dalam lhoo... Cuma banyak yang enggak tau aja.

Enggak sampai disitu, aku adalah salah satu murid yang sering banget remidi ujian tulis (tapi gak pernah remidi speaking). Aku harus berurusan extra dengan Miss Susar dan mengerjakan seabrek tugas. Dan yang tidak terduga adalah, miss susar rela memeriksa satu persatu tugas siswa yang berpuluh-puluh halaman itu. Setiap kata dari puluhan halaman itu ia cerna dan ia lingkari yang salah, ia bahas satu persatu dan bila terlalu banyak kesalahan, ia meminta kita mengulang dan rela memeriksa untuk yang kedua kali. Dan murid yang remidi jumlahnya selalu diatas 20 siswa lhooo...

Banyak sekali hal-hal yang aya dapatkan dari Miss Susar yaitu keberanian, baik keberanian untuk melakukan sesuatu walaupun salah, berani untuk menerima hukuman, berani untuk bermimpi. Selain itu beliau juga berhasi mengubah sikap aya menjadi individu yang lebih siap bertemu dunia masa depan. Dan yang pasti beliau mengubah kemampuan bahasa ingris aya yang payah menjadi bagus.

Tugas kelompok bahasa inggris, saking bodohnya, temanku oka sampai bilang " Kamu tu tak kira pinter bahasa ingris lhoo.. soalnya dari tampangnya sih pinter". Itu adalah tamparan keras yang sangat memotivasi aku.

Miss susar juga selalu mencela setiap kalimat yang kuucapkan. Selalu saja salah, selalu saja.
Tapi aku tidak menyerah, sampai jam 1 setiap malam aya berusaha mengalahkan tantangan yang beliau berikan sampai ahirnya beliau dengan lantang mengatakan didepan kelas "See! Athay is my parameter in this class, she always answer my question well, she can communicate with other people well. Just try to be like her!"
Tak terasa air mata haru menetes di pipiku.

Yang paling aya ingat adalah, waktu Miss Susar mau sampai sore membimbingku untuk lomba story telling di UGM tingkat DIY. Beliau membahas setiap kata yang ada, padahal teksnya ada 4 halaman lebih.
Beliau banyak memberikan masukan-masukan kepadaku. Dan tanpa aku sangka, aku untuk pertama kali meraih Juara satu story telling tingkat DIY berkat Miss Susar. Selama ini beliau belum pernah diminta jadi pembimbing lomba kecuali olehku, dan orang bisa lihat hasilnya.

Dengan bangga aku bawa piala yang aya dapat kehadapan beliau, aku langsung mengatakan bahwa aku benar-benar juara berkat beliau. Aku cium tangan beliau dengan penuh kasih sayang dan aku peluk tubuhnya dengan penuh rasa hormat dan terimakasih yang mendalam.

Berkatnyalah aku juga bisa mendapatkan bantuan beasiswa untuk pergi ke Australia menggapai impianku.
Aya akan buktikan ke Miss Susar, kalau aya bisa lebih baik dari beliau seperti keinginan beliau.
Aku janji, sebelum aku pergi ke Australia nanti, aya akan peluk Miss Susar untuk bilang....
"Thank you for change my life".


My Beloved Teacher

Hi friends...

Masih ingat dengan Ibu Guru bahasa inggrisku yang pernah aya ceritakan??


Ya. Namanya Ibu Susaryenab, biasanya para murid memanggil beliau Miss Susar. 
Perawakannya tinggi besar, berkacamata biru dengan tali yang melingkar di lehernya, rambut yang sedikit mengembang dan selalu tampil rapi di segala kondisi.
Itulah Ibu Susar.

Pertama kali aya masuk kelas beliau di tahun 2010. Beliau masuk ke kelasku dengan bunyi sepatu yang tegas sekali.. TOK TOK TOK TOK. Beliau tidak pernah berjalan, namun selalu setengah berlari.
"Good morning everybody", sontak anak-anak menjawab "Good morneeeeeeng meeeeeeees" dengan logat jawa yang sangat kental.
Sontak Miss Susar memandang tajam ke arah kami dan mengomel karena kami menjawabnya tidak dengan logat british. Beliau langsung mengajari kami untuk mengucapkan kara neeeeeeeng tidak dengan long voice dan mengucapkan good dengan penekanan khusus.

30 September. Pelajaran pertama yang diajarkan pada waktu itu adalah story telling. Beliau mewajibkan semua muridnya untuk menulis ulang teks ceritanya dan menulis setiap phonetics transcription dibawah setiap kata agar kami tau bagaimana melafalkan setiap kata dengan benar dan dengan logat yang tepat. Teksnya berjudul "Our Holiday in Greece". Dan waktu itu aku cuma dapat nilai writing 78, speaking 68 dan grammar 78. Disaat yang bersamaa, kami juga diminta untuk mencari arti, sinonim dan meaningnya dengan acuan Oxford Pocket Dictionary for Learner yang harganya lumayan mahal (Rp. 55.000).
ex: Trapped = Terjebak --> Keep somebody in a dangerous place, et cetera that they want to get out but cannot.

Pelajaran yang beliau berikan lainnya adalah:
-Tense (a set of a verb that is bassed on the time of happening).
-Part of speech (Noun, verb, preporsition, article, etc)
-Preffics, Suffics, stemp form, infinitife form
-1st singgular person pronoun, ect

Tapi daripada itu semua, yang paling ngeri adalah analize the sentence.
Kita akan ditanya tentang sebuah kalimat, dan siap atau tidak, nama kita akan disebut dengan lantang dan tiba-tiba sambil keempat jari ditanggan beliau menunjuk ke arah murid yang dituju.
Jarang sekali ada murid yang berhasil, termasuk saya. Saya selalu berusaha sok tau, tapi tetap juga salah dan selalu jadi bulan-bulanannya.
Di rumah, semua pelajaran saya tinggalkan, cuma bahasa inggris yang saya pelajari. Dan setelah sekian lama, akhirnya saya berhasil menganalisa satu kalimat yang menurut saya itu adalah gerbang emas masa depan aya.
The       monkey                  wanted                 to       go       far   from  the  forest
art    1st sing pron     v in the past part time    prep   ord v    adv   prep  art   n sin
    Subject                                               predicate

Belum lagi tugas speaking dan remidial yang beliau sering sekali berikan kepada murid-muridnya. Jujur saja, itu sangat amat membuat para murid tertekan dan malas bertemu dengan beliau.
Tapi saya sendiri sekarang bisa merasakan kalau Miss Susar membawa perubahan yang besar pada diri saya saat ini.


Dream part 2

Hampir dua bulan Meg dan bule pertukaran lainnya tinggal di Indonesia, saatnya mereka untuk pulang ke Aussie dan bertemu keluarga mereka. Waktu itu ayya juga ikut ke bandara untuk nguntapke Meg.
Sebelum mereka pergi ke Australia, aya sempatkan untuk peluk mereka satu-satu (kecuali ben, sayle dan eliza). I do really proud to be the part of them.

 Beberapa bulan kemudian, aku akhirnya diundang untuk ikut seleksi pertukaran pelajar ke Australia selama 6 minggu.

Dalam situasi yang masih ragu-ragu untuk lolos, aku akhirnya benar-benar mengirimkan formulir untuk pertukaran pelajar itu. Aku juga selalu berdo’a semoga ini menjadi jalan yang terbaik, kalau tidak diterima, semoga ikhtiarku bisa menjadi pengalaman yang sangat amat berharga. Dan alhamdulillah aya lolos seleksi tertulis. Aya lalu ikut seleksi wawancara.

Aya waktu itu sangat amat nervous, tapi aya coba jawab semua pertanyaan dengan nada yang meyakinkan. Aya coba yakinkan ke dua orang jurinya kalo aya benar-benar serius ingin belajar di Australia, aja juga janji nanti aya enggak akan rewel, aja juga janji akan terus mengharumkan nama Indonesia disana. Aya ceritakan semua cita-cita, visi, misi dan semua yang aya perlu sampaikan. Tak lupa juga aya menyampaikan kalo aya yakin lebaga ini adalah lembaga yang paling tepat untuk aya. Akhirnya aya diterima. Saatnya aya menjalani serangkaian test lainnya.

 Seminggu kemudian hasil test terakhir menyatakan bahwa Athaya Reisya Nabila Priyadi terpilih menjadi calon siswa pertukaran pelajar ke Australia yang akan diselengarakan pada bulan September 2012 nanti. Alhamdulillah hirabbil alamiiin....

 Saat ini aya mulai mengerti, bila kita berani bermimpi, maka kita akan berani berjuang untuk mimpi kita. Dan insyaallah, Allah pasti akan memberikan segala yang terbaik untuk kita. Dan satu hal lagi yang aya yakini, TIDAK ADA MIMPI YANG TIDAK BISA DICAPAI.
 Teruslah bermimpi setinggi-tingginya.
 Thanks for reading.

Dream part 1

Hi teman-teman... How are you? Anyway, kali ini aya mau berbagi pengalaman aya tentang kekuatan sebuah mimpi. Kalian tau gak sih, mimpi bisa membuat yang mustahil jadi mungkin? Mimpi juga bisa merubah sesuatu yang mungkin terjadi jadi enggak terjadi. Mimpi di 2004. Temen-temeng masih ingat acara ‘jelang siang’? Itu adalah acara di trans tv. Biasanya sih ditayangkan di siang hari. Waktu itu, jelang siang lagi nayangin pengalaman sang host di luar negeri, yaitu australia. Banyak banget tempat-tempat yang keren disitu, banyak bule juga dan banyak salju (si host perginya pas winter akhir). Pengen banget rasanya pergi ke Australia. Tapi, ke negara tetangga yang lebih deket aja belum pernah. Lagi pula, bahasa inggris aya waktu itu emang kacau balau. Hari berganti hari, semakin banyak aja acara yang sengaja menampilkan pesona negeri-negeri empat musim. Dan yang paling menarik adalah salju. Waktu itu aya pengen banget pegang salju, makan salju, tiduran di salju... Tapi kapan yaa??? Gara-gara itu, aya semakin sering nonton tv dan gak belajar. Orang lain mungkin enggak tau, termasuk orang tua aya mungkin juga enggak tau, aya nonton TV bukan sekedar main seperti anak-anak lain, tetapi MERAJUT MIMPI. Waktu terus berlalu, aya akhirnya beranjak dewasa meninggalkan SD, lalu ke SMP. Di SMP ternyata sama saja, nilai bahasa inggrisku justru makin jelek. Banyak sekali teman-temanku yang waktu itu lancar banget berbahasa inggris, bella, rani, elza dan lina. Harapanku untuk pergi ke Australia perlahan-lahan mulai pupus. Aya merasa kalah oleh nasib. Aya memang enggak pintar, aya juga memang enggak dilahirkan untuk pergi ke luar negeri. Aya sempat membuat blog dengan embel-embel “catatan harian anak yang pergi ke Australia”. Aku lalu berpikir, bagaimana jika aku gagal? Aku belum siap gagal.. Akhirnya aya menghapus blog aya. Aya lalu berusaha melupakan mimpi aya. Gagal masuk ke SMA 1, aya akhirnya diterima di SMA N 9 Yogyakarta. Di sekolah itulah aya bertemu dengan seorang guru yang luar biasa hebat, Miss Susar. Dia adalah guru bahasa inggris yang tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik muridnya agar bisa menjadi manusia yang baik di mata internasional. Banyak sekali hal-hal yang hanya aku dapatkan dari beliau, yaitu cara pengucapan bahasa inggris yang benar, penggunaan artikel, kata bantu, kata kerja, kalimat majemuk dan lain-lain. Memang sih cara mengajar beliau terkenal killer alias menyeramkan. Pada awalnya aku juga terus-terusan kena semprot, aku juga sering kali diejek “dasar lelet.. koyo bakul mbang kecubung”. Tapi justru kalimat-kalimat itulah yang memotivasi aku untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, sampai akhirnya dengan lantang beliau berkata didepan kelas “Listen!!! Athay is my parameter in this class, she can answer all of my question well.. Just try to be like her!! Be clever”. Jujur pada saat itu juga aku meneteskan air mata, “terimakasih Allah, Engkau begitu menyayangi aya sehingga semua jalanku Engkau buat menjadi mudah”. Aku kembali bermimpi, bahkan lebih tinggi... tinggiiiiiii lagi dari sebelumnya. Dari sini aku mulai percaya bahwa mimpi adalah awal dari dunia yang besar. Naik ke kelas dua, aku kembali bertemu dengan seorang guru bahasa inggris yang hebat, Mr Tri. Beliau memberikan kesempatan untuk aya bisa hosting seorang bule dari Australia. Hebatnya, seperti mimpi bule itu benar-benar ada, namanya Meg. Dia bahkan pernah tidur sekamar sama aya. Kesempatan ini enggak aya sia-siakan, aya selalu jadi sukarelawan antar jemput bule, tapi bukan hanya meg, tetapi juga jack, ben, eliza, chloe. Ya bisa dibilang tempat curhatnya bule lah. Mereka juga pernah aya bawa siaran radio bareng. Dari situlah aya merasa bahwa mimpi aya sudah sangat amat dekat dengan aya. Bersambung to Dream part 2

Welcome

Hi guys... As we know, my name is Ayya and this is my second blog. Thank you for visiting my new blog and hope you'll enjoy it. Last, all i want yo say is just... WELCOME