Hampir dua bulan Meg dan bule pertukaran lainnya tinggal di Indonesia, saatnya mereka untuk pulang ke Aussie dan bertemu keluarga mereka. Waktu itu ayya juga ikut ke bandara untuk nguntapke Meg.
Sebelum mereka pergi ke Australia, aya sempatkan untuk peluk mereka satu-satu (kecuali ben, sayle dan eliza). I do really proud to be the part of them.
Beberapa bulan kemudian, aku akhirnya diundang untuk ikut seleksi pertukaran pelajar ke Australia selama 6 minggu.
Dalam situasi yang masih ragu-ragu untuk lolos, aku akhirnya benar-benar mengirimkan formulir untuk pertukaran pelajar itu. Aku juga selalu berdo’a semoga ini menjadi jalan yang terbaik, kalau tidak diterima, semoga ikhtiarku bisa menjadi pengalaman yang sangat amat berharga.
Dan alhamdulillah aya lolos seleksi tertulis. Aya lalu ikut seleksi wawancara.
Aya waktu itu sangat amat nervous, tapi aya coba jawab semua pertanyaan dengan nada yang meyakinkan. Aya coba yakinkan ke dua orang jurinya kalo aya benar-benar serius ingin belajar di Australia, aja juga janji nanti aya enggak akan rewel, aja juga janji akan terus mengharumkan nama Indonesia disana. Aya ceritakan semua cita-cita, visi, misi dan semua yang aya perlu sampaikan. Tak lupa juga aya menyampaikan kalo aya yakin lebaga ini adalah lembaga yang paling tepat untuk aya.
Akhirnya aya diterima. Saatnya aya menjalani serangkaian test lainnya.
Seminggu kemudian hasil test terakhir menyatakan bahwa Athaya Reisya Nabila Priyadi terpilih menjadi calon siswa pertukaran pelajar ke Australia yang akan diselengarakan pada bulan September 2012 nanti. Alhamdulillah hirabbil alamiiin....
Saat ini aya mulai mengerti, bila kita berani bermimpi, maka kita akan berani berjuang untuk mimpi kita. Dan insyaallah, Allah pasti akan memberikan segala yang terbaik untuk kita.
Dan satu hal lagi yang aya yakini, TIDAK ADA MIMPI YANG TIDAK BISA DICAPAI.
Teruslah bermimpi setinggi-tingginya.
Thanks for reading.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar