ayya's

Sabtu, 07 Juli 2012

Dream part 1

Hi teman-teman... How are you? Anyway, kali ini aya mau berbagi pengalaman aya tentang kekuatan sebuah mimpi. Kalian tau gak sih, mimpi bisa membuat yang mustahil jadi mungkin? Mimpi juga bisa merubah sesuatu yang mungkin terjadi jadi enggak terjadi. Mimpi di 2004. Temen-temeng masih ingat acara ‘jelang siang’? Itu adalah acara di trans tv. Biasanya sih ditayangkan di siang hari. Waktu itu, jelang siang lagi nayangin pengalaman sang host di luar negeri, yaitu australia. Banyak banget tempat-tempat yang keren disitu, banyak bule juga dan banyak salju (si host perginya pas winter akhir). Pengen banget rasanya pergi ke Australia. Tapi, ke negara tetangga yang lebih deket aja belum pernah. Lagi pula, bahasa inggris aya waktu itu emang kacau balau. Hari berganti hari, semakin banyak aja acara yang sengaja menampilkan pesona negeri-negeri empat musim. Dan yang paling menarik adalah salju. Waktu itu aya pengen banget pegang salju, makan salju, tiduran di salju... Tapi kapan yaa??? Gara-gara itu, aya semakin sering nonton tv dan gak belajar. Orang lain mungkin enggak tau, termasuk orang tua aya mungkin juga enggak tau, aya nonton TV bukan sekedar main seperti anak-anak lain, tetapi MERAJUT MIMPI. Waktu terus berlalu, aya akhirnya beranjak dewasa meninggalkan SD, lalu ke SMP. Di SMP ternyata sama saja, nilai bahasa inggrisku justru makin jelek. Banyak sekali teman-temanku yang waktu itu lancar banget berbahasa inggris, bella, rani, elza dan lina. Harapanku untuk pergi ke Australia perlahan-lahan mulai pupus. Aya merasa kalah oleh nasib. Aya memang enggak pintar, aya juga memang enggak dilahirkan untuk pergi ke luar negeri. Aya sempat membuat blog dengan embel-embel “catatan harian anak yang pergi ke Australia”. Aku lalu berpikir, bagaimana jika aku gagal? Aku belum siap gagal.. Akhirnya aya menghapus blog aya. Aya lalu berusaha melupakan mimpi aya. Gagal masuk ke SMA 1, aya akhirnya diterima di SMA N 9 Yogyakarta. Di sekolah itulah aya bertemu dengan seorang guru yang luar biasa hebat, Miss Susar. Dia adalah guru bahasa inggris yang tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik muridnya agar bisa menjadi manusia yang baik di mata internasional. Banyak sekali hal-hal yang hanya aku dapatkan dari beliau, yaitu cara pengucapan bahasa inggris yang benar, penggunaan artikel, kata bantu, kata kerja, kalimat majemuk dan lain-lain. Memang sih cara mengajar beliau terkenal killer alias menyeramkan. Pada awalnya aku juga terus-terusan kena semprot, aku juga sering kali diejek “dasar lelet.. koyo bakul mbang kecubung”. Tapi justru kalimat-kalimat itulah yang memotivasi aku untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi, sampai akhirnya dengan lantang beliau berkata didepan kelas “Listen!!! Athay is my parameter in this class, she can answer all of my question well.. Just try to be like her!! Be clever”. Jujur pada saat itu juga aku meneteskan air mata, “terimakasih Allah, Engkau begitu menyayangi aya sehingga semua jalanku Engkau buat menjadi mudah”. Aku kembali bermimpi, bahkan lebih tinggi... tinggiiiiiii lagi dari sebelumnya. Dari sini aku mulai percaya bahwa mimpi adalah awal dari dunia yang besar. Naik ke kelas dua, aku kembali bertemu dengan seorang guru bahasa inggris yang hebat, Mr Tri. Beliau memberikan kesempatan untuk aya bisa hosting seorang bule dari Australia. Hebatnya, seperti mimpi bule itu benar-benar ada, namanya Meg. Dia bahkan pernah tidur sekamar sama aya. Kesempatan ini enggak aya sia-siakan, aya selalu jadi sukarelawan antar jemput bule, tapi bukan hanya meg, tetapi juga jack, ben, eliza, chloe. Ya bisa dibilang tempat curhatnya bule lah. Mereka juga pernah aya bawa siaran radio bareng. Dari situlah aya merasa bahwa mimpi aya sudah sangat amat dekat dengan aya. Bersambung to Dream part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar